Trisula Sinergi Indonesia | Training, Consulting, Digitalization

Lean Manufacturing : Pengertian Otomatisasi Dalam Jidouka untuk Mencegah Kesalahan Produksi

Posted : 01 December 2021 | by Admin | Category : Lean Management

97 views

Lean Manufacturing : Pengertian Otomatisasi Dalam Jidouka untuk Mencegah Kesalahan Produksi

Konsep Lean Manufacturing dipraktikkan dan diperkenalkan pertama kali oleh Toyota Motor Corporation Japan. Memiliki tujuan utama untuk menekan biaya produksi (Cost Saving / Cost Reduction) sehingga profitabilitas perusahaan dapat terus dijaga bahkan terus ditingkatkan untuk keberlangsungan hidup perusahaan. Konsep Lean Manufacturing ini memiliki 2 Pillar utama yaitu JIDOUKA dan JUST IN TIME, yang akan dibahas satu persatu pada artikel ini, Sejarah pertama kali-nya ide atau konsep pemikiran mengenai JIDOUKA dan JUST IN TIME ini pertama kali muncul dari para founder Toyota Motor Corporation.

Sejarah Lahirnya Konsep Pemikiran JIDOUKA

Konsep pemikiran mengenai JIDOUKA pertama kali ditemukan oleh Sakichi Toyoda yang merupakan founder dari Toyota Motor Corporation. Semasa kecilnya, Sakichi melihat ibunya menenun dengan alat bernama “Takabata” (Mesin Tenun Manual). Melihat cara kerja ibunya menenun dengan Takabata, Sakichi berfikir “Bisakah menenun menjadi lebih mudah ?”, berawal dari pikiran sederhana inilah, Sakichi muda mulai meneliti mesin tenun.

Pada tahun 1890, diawali tekad yang kuat untuk dapat meningkatkan efektivitas mesin tenun yang digunakan ibunya, Sakichi muda berhasil menciptakan Mesin Tenun Kayu Tenaga Manusia yang dioperasikan hanya dengan menggunakan satu tangan saja, sehingga terdapat peningkatan efektifitas sebesar 40 hingga 50%.

Walau demikian, Sakichi muda belum cukup puas, ia terus berpikir bagaimana dapat meningkatkan efektifitas mesin tenunnya. Ia pun terus mengadakan penelitian terhadap mesin tenunnya tersebut. Sampai Pada Tahun 1896, Sakichi berhasil menciptakan mesin tenun tenaga uap pertama kali di Jepang, dan terus ia lakukan Kaizen (Improvement) hingga tahun 1914.

JIDOUKA dan Otomatisasi

Dalam dunia Lean Manufacturing, umumnya banyak yang mengartikan JIDOUKA hanya sebatas otomatisasi saja. Dan faktanya, jika kita memasukkan kata JIDOUKA pada media translation, maka hasil penerjemahannya adalah Automation dalam bahasa Inggris, dan Otomatisasi dalam bahasa Indonesia. Dimana Automation ini secara definisi adalah mengubah sebuah proses yang sebelumnya manual menjadi otomatis.

Hal tersebut tidaklah salah, namun, yang ingin Sakichi ajarkan melalui konsep JIDOUKA itu sendiri adalah adanya Pengetahuan orang yang disertakan pada sebuah sistem otomatisasi yang diciptakan. Sehingga mesin atau sistem-sistem yang diciptakan tidak hanya mampu untuk berjalan otomatis secara terus-menerus, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berfikir layaknya Manusia.

Bayangkan ketika anda membuat produk dengan sebuah alat manual, dimana proses awal sampai akhir untuk membuat produk tersebut anda lakukan sendiri. Apa yang akan anda lakukan ketika anda mengetahui produk yang anda buat cacat atau terjadi abnormalitas pada produk anda ?. Apa yang akan anda lakukan ketika mengetahui alat yang anda gunakan sudah rusak atau ada abnormalitas pada alat anda?. Apa yang anda lakukan ketika pekerjaan anda 1 siklus telah selesai ?. Tentunya ketika ketiga kondisi tersebut terjadi, anda akan memberhentikan proses pekerjaan anda bukan? Karena anda telah mengetahui apa yang terjadi pada proses anda dan segera menghentikan pekerjaan anda untuk mengambil tindakan berikutnya.

Dalam kasus pekerjaan manual oleh 1 orang Man Power untuk 1 proses pekerjaan tersebut, lantas memancing pertanyaan berikutnya, “Bagaimana bila membutuhkan sebanyak 20 atau lebih proses serupa?”. Pasti terlintas dipikiran kita, maka akan membutuhkan 20 orang pekerja. Dan kembali muncul pertanyaan di benak kita, bisakah mengeffisiensikan Tenaga Kerja tersebut? Atau bisakah 20 proses tersebut hanya dilakukan oleh beberapa Man Power saja?.

Hal Itulah yang Sakichi ingin ajarkan melalui Konsep pemikiran JIDOUKA dalam industri manufaktur, dimana Sakichi selalu berpikir bagaimana menciptakan mesin yang dapat STOP OTOMATIS KETIKA TERJADI ABNORMAL, TIDAK MEMBUAT BARANG CACAT, dan TIDAK BERTUMPU PADA ORANG / TENAGA KERJA, inilah dasar awal mula lahirnya konsep pemikiran JIDOUKA.

Jika dilihat seksama dari susunan katanya dalam bahasa Jepang :

(Ji)                  : Sendiri / Diri sendiri / Self

(Dou)             : Pergerakan / Gerakan / berjalan

(Ka)                : Mengubah / Mengambil bentuk

Sehingga secara arti adalah sebuah hal atau sistem yang mampu mengubah (memproses) dengan pergerakan yang dilakukan secara sendiri (Otomatis). Namun pemikiran Sakichi tidak hanya sebatas pada sebuah mesin otomatis saja, melainkan mesin otomatis yang menyertakan pengetahuan Manusia didalamnya, yang dikenal dengan istilah “NINBEN NO TSUITA JIDOUKA”. Dan memiliki definisi : Otomatisasi yang menyertakan pengetahuan Manusia.


Comments :